GuidePedia

0

Menteri PUPR Basuki Hadimulyono meninjau pekerjaan pembangunan Bendung Gerak Jabung di Lampung Timur, Rabu (5/11) didampingi Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PUPR Achmad Gani Ghazali dan beberapa pejabat di lingkungan Kementerian PUPR. Pembangunan Bendung Gerak Jabung yang terletak di Lampung Timur dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (persero), PT Wijaya Karya (persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (persero), dan PT Minarta Duta Hutama.
Basuki meminta kepada kontraktor pelaksana untuk segera menyelesaikan proyek tersebut. Dikatakannya, walau ditargetkan selesai tahun 2018 namun pada Juni 2016 Bendung Gerak Jabung sudah dapat dioperasikan.
“Saya minta kepada kontraktor agar segera diselesaikan,” tegas Basuki.
Lebih lanjut dikatakannya, bendung berbeda dengan bendungan. Pada bendungan terdapat tempat untuk menampung air dan pemanfaatannya beragam. Sedangkan bendung hanya untuk menaikkan muka air yang mungkin dikarenakan permukaan air lebih rendah dari sawah. Namun keduanya sama-sama untuk pengairan sawah.
Sumber air Bendung Gerak Jabung berasal dari Sungai Way Sekampung. Selain untuk irigasi, bendung gerak ini juga berfungsi untuk perikanan, peningkatan pendapatan petani, dan lainnya. Bendung ini nantinya akan mengairi  sekitar 5.638 ha di daerah Rawa Sragi II dan III yang saat ini diairi dengan pompa protable.
Dana yang dialokasikan untuk pembangunan berasal dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) dan APBN. Yakni mencapai Rp 173 miliar dan feeder irigasinya Rp 190 miliar. 
“Pinjaman dari Jepang tersebut untuk pembangunan Bendung Gerak Jabung dan biaya APBN digunakan untuk membangun saluran penghantar dan pembawa,” ungkap Basuki. (ind)

Post a Comment

 
Top