GuidePedia

0
Perjanjian Pinjaman Pengusahaan Pembangunan Jalan Tol Palembang – Indralaya senilai Rp 1,24 Triliun dari PT.Sarana Multi Infrastruktur (Persero) kepada PT. Hutama Karya (Persero) ditandatangi masing-masing oleh Direktur Utama PT. HK, I Gusti Ngurah Putra dan Presiden Direktur  PT. SMI, Emma Sri Martini, di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Rabu Malam (11/11). Acara penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan sinergi seperti ini, sangat baik untuk terus dilakukan, karena sektor infrastruktur memang tidak dapat dikerjakan sendiri, kolaborasi mutlak dibutuhkan. Pembangunan ini akan membuka akses yang lebih baik bagi perekonomian kota-kota kecil di sekitar Palembang, sehingga mulai dari perdagangan, hingga pariwisata, sehingga diharapkan Sumatera Selatan bisa sangat progresif pertumbuhan ekonominya di tahun – tahun mendatang.
Badan Pengatur Jalan Tol terkait dengan proyek ini diminta untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan konstruksi  yang dilakukan PT. Hutama Karya (Persero), sehingga hasil dari pekerjaan Jalan Tol Palembang – Indralaya tidak hanya berkualitas tetapi juga ramah lingkungan.
Pembangunan jalan tol Palembang – Indralaya sepanjang 22 Km ini sendiri memiliki nilai proyek total Rp 3,3 Triliun, merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yang telah dicanangkan hingga 2019 dapat terealisasinya jalan tol sepanjang 1.000 km. Selain itu, pembangunan tol ini juga menjadi agenda prioritas Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.
Proyek ini pengerjaan konstruksinya dibagi menjadi 3 seksi yakni Seksi 1 Palembang – Pemulutan (7,1 Km). Seksi 2 Pemulutan – Kota terpadu Mandiri (KTM) (4,9 Km) dan Seksi 3 KTM – Indralaya (9,9 Km). Seksi pertama ditargetkan selesai akhir 2016. Namun secara keseluruhan ruas Palembang – Simpang Indralaya akan beroperasi pada semester I Tahun 2017.
Menurut Direktur PT. Hutama Karya, proyek sudah mulai dikerjakan dari 2 sisi yakni sisi Palembang dan sebaliknya. Targetnya Januari 2016 akan dilaksanakan pengaspalan. Sementara ini kondisinya masih berupa agregat dan akhir bulan ini diupayakan rampung timbunan agregatnya. Diakuinya, kendala proyek ini adalah 70% berupa tanah gambut. Sehingga teknologi yang digunakan dengan cara menyedot air sedalam 2 meter dari permukaan tanah.
“”Teknik ini diakui cukup efisien dan lebih cepat prosesnya. Dan sudah dimulai sejak 23 Oktober atau selama 17 hari. Tugas kami memang close bagian selatan Bakauheni – Terbanggi Besar” ungkap Gusti Ngurah Putra.
Menurut Gusti, secara finansial proyek ini (Tol Palembang- Indrlaya) tidak layak. Namun dari sisi ekonomi, proyek ini sangat dibutuhkan guna medorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera. Dia mencontohkan pertumbuhan ekonomi di Malaysia meningkat 30% setelah infrastruktur jalan tol dibangun. Dia berharap proyek ini nantinya dapat bermanfaat seperti itu yakni membuka akses bagi pereonomian kota-kota di sekitar Palembang dan sekitarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur SMI, Emma Sri Martini menegaskan, kerjasama yang dilakukan adalah yang kedua kalinya setelah pinjaman untuk ruas Tol Medan – Binjai (16,6 Km) antara pihaknya dengan PT. Hutama Karya di tahun 2015. Menurutnya pinjaman ini menunjukkan kalau pihaknya selalu akan mendukung proyek infrastruktur khususnya bidang pembangunan jalan tol. “Pinjaman yang diberikan memiliki tenor cukup lama yaitu 25 tahun, sehingga PT. Hutama Karya selaku debitur kami, lebih leluasa mengelola asetnya.” ujar Emma.(Sony)

Post a Comment

 
Top