GuidePedia

0

Dalam upaya pencegahan banjir dan mendorong pengembangan perkotaan, Pemerintah Pusat dan Pemerintah DKI Jakarta sepakat untuk memulai realisasi masterplan Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (National Capital Integrated Coastal Development/NCICD), lebih dikenal dengan nama Tanggul Laut Raksasa, berlokasi di sebuah teluk di bagian utara Jakarta.
Untuk mewujdukan dan mematangkan rencana tersebut Pemerintah Pusat menggandeng Pemerintah Belanda dan Korea Selatan dalam perencanaan Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (NCICD). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Letter of Intentantara Belanda – Korea Selatan, Kamis (3/9) di Kantor Kementerian PUPR.
Luky Eko Wuryanto, Deputi VI Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan bahwa kerjasama kedua negara tersebut dalam mematangkan NCICD memiliki beberapa tujuan. Belanda menghibahkan € 8,5 juta pada proyek NCICD dan para ahli dari Belanda diminta menganalisi data yang diperoleh dari survei dan studi. Sedangkan, Korea Selatan  menghibahkan US$ 9,5 juta untuk penyusunan studi dan survei seperti arus bawah laut, data untuk struktur tanah bawah laut yang selama ini masih minim.
“Kita memberikan waktu antara 2 tahun yaitu pada 2017 harus sudah ada keputusan mengenai kelanjutan proyek Giant Seawall,” ujar Luky.
Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono mengatakan bahwa pematangan rencana NCICD yang dilakukan dengan Korea dan Belanda merupakan langkah maju. Pekerjaan tanggul tahun lalu adalah pembangunan tahap A bersifat darurat untuk mengatasi banjir di kawasan pantai utara Jakarta.
Sebagai informasi, pada Oktober 2014, melalui kerjasama dengan Pemerintah Belanda, Master Plan NCICD telah diselesaikan dengan tiga tahap pembangunan, yaitu Tahap A dengan memperkuat tanggul yang ada, Tahap B dan Tahap C adalah konstruksi pembangunan tembok laut dan retensi luar kolam.
Nantinya, NCICD tidak hanya untuk mengamankan Jakarta dari banjir, tapi juga sebagai sumber air baku untuk masyarakat dengan menjaga kualitas air. (ind)
Biro Komunikasi Publik

Post a Comment

 
Top