GuidePedia

0


GROBOGAN,  – Kekeringan yang melanda di beberapa daerah kian memprihatinkan. Warga yang sumber air bersihnya mengering pun terpaksa memanfaatkan air kotor untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Kondisi itu terlihat di Dusun Ngambilan, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan.
Padahal air tersebut jelas-jelas tidak layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk dikonsumsipun sangat berbahaya dan dapat menimbulkan penyakit. Air tersebut diambil dari embung pinggir desa dekat dengan areal persawahan.
“Sebelum kami konsumsi, air itu lebih dulu diberi tawas dan diendapkan beberapa hari agar dapat dikonsumsi. Setelah itu, disaring dengan kain dan baru kami gunakan,” kata warga setempat Maryamah (35), kemarin.
Mereka mengaku terpaksa melakukan hal itu, lantaran beberapa sumber air bersihnya sudah kering. Warga pun memilih memanfaatkan air embung yang kotor itu ketimbang ikut iuran untuk membeli air bersih seharga Rp 140 ribu/tangki.
“Sebetulnya sudah adan sumur pompa di tengah lahan persawahan kami yang airnya jernih. Hanya saja, air yang keluar dari sumur itu rasanya asin, sehingga warga enggan menggunakannya,” ujarnya.
Penyataan senada juga diungkapkan sejumlah warga di Desa Banjarejo, Kecamatan gabus. Untuk memenuhi kebutuhan airnya, warga harus membuat belik di tengah sungai yang mengering. Lagi-lagi warga tetap memanfaatkannya meski air itu kotor dan berbau.
“Air belik itu memang tidak layak konsumsi karena warnanya cokelat. Saya mengambilnya untuk keperluan mencuci saja, namun banyak warga lainnya yang menggunakannya untuk keperluan lain, termasuk untuk masak,” jelas salah satu warga di sana, Parmi (28).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan, Agus Sulaksono melalui Kabid Kedaruratan Masrikan mengatakan pihaknya sudah melakukan sebanyak 513 tangki dari BPBD, bantuan dari Bakorwil I Pati 162 tangki, dan 20 tangki dari PMI Grobogan. Masing-masing tangki berkapasitas 4000 liter dan didistribusikan ke desa-desa yang membutuhkan pasokan air bersih.
Sumber : Biro Komunikasi Publik

Post a Comment

 
Top