GuidePedia

0


SEMARANG, – Areal pertanian yang terkena dampak kekeringan di Jateng bertambah dua kali lipat menjadi 15 ribu hektare. Areal itu tersebar di 15 kabupaten/kota di Jateng.
Lantaran prediksi hujan secara merata baru akan turun pada November, maka Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng mengusulkan hujan buatan. Tujuan utama hujan buatan bukan untuk lahan irigasi melainkan penyediaan air bagi warga melalui waduk-waduk kecil.

“Masing-masing dinas mengusulkan pada gubernur dan dilanjutkan di rapat dengan BNPB. Dinas ESDM usul sumur, Pertanian usulkan pompa, BPBD usulkan bantaun tangki air bersih dan kami TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) atau hujan buatan,” kata Kepala Dinas PSDA Jateng, Prasetyo Budie Yuwono, kepada wartawan, Senin (10/8).

Lima belas kabupaten/kota diantaranya adalah Brebes, Tegal, Klendal, Demak, Pati, Grobgan, Temanggung, Purworejo, Cilacap, Banyumas, Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.
Jika usulan itu disetujui maka, pihaknya berencana menurunkan hujan buatan di wilayah Pantura yakni mulai dari Brebes hingga Rembang. Termasuk sebagian wilayah selatan Jawa. Untuk sekali proses pembuatan hujan, setidaknya membutuhakn dana Rp 150 juta. Meliputi anggaran pengadaan garam dan sewa pesawat terbang penaburnya.

Untuk melakukannya, Dinas PSDA akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng. Penting untuk mengetahui arah angin. Jika prediksi bertiupnya angin salah, maka hujan akan turun di tempat yang berbeda. “Sekitar tahun 2004 pernah dilakukan. Arah angin berbelok, semestinya hujan turun di Batang tapi malah di Temanggung,” kata Prasetyo.

Biro komunikasi Publik

Post a Comment

 
Top