GuidePedia

0


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono meminta kepada jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga agar menyiapkan sebaik mungkin program dan kegiatan Tahun 2016. Program yang disusun harus memprioritaskan ruas-ruas jalan strategis yang ditugaskan kepada Ditjen Bina Marga seperti jalan perbatasan serta jalan trans di pulau-pulau utama.

“Saya minta semua program yang ada harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tegas Basuki Hadimoeljono saat memberikan arahan kepada para pimpinan Ditjen Bina Marga di Gedung Bina Marga, Jakarta pada Rabu (26/8) sore. Dalam pengarahan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bina Marga, Hediyanto Husaini, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Taufik Widjojono, dan Inspektur Jenderal Kementerian PUPR, Rildo Ananda Anwar.

Basuki Hadimoeljono mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah sangat memahami anatomi APBN, sehingga menurutnya, Presiden pasti sudah menanyakan realisasi progres pekerjaaan Ditjen Bina Marga sejak Januari.

“Kalau tahun ini masih ada toleransi, karena ada perubahan struktur organisasi dan lainnya, tapi tahun depan, sejak Januari kita pasti sudah ditagih (progres fisik dan penyerapan anggaran-red),” ujarnya.

Dalam pengarahan tersebut, Menteri PUPR juga menargetkan penanganan jalan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste harus rampung pada 2017, sementara jalan Kalimantan selesai pada 2018. Dalam kesempatan yang sama, Dia juga menginstruksikan prioritas pembangunan jalan Trans Papua dan jalan perbatasan Papua. Pembangunan jalan di pulau paling timur tersebut harus dapat membantu menurunkan harga barang kebutuhan masyarakat setempat.

Hal lain yang mendapatkan perhatian Basuki Hadimoeljono adalah kelengkapan marka pada jalan-jalan nasional. Jalan nasional kondisi harus berbeda dan lebih baik dibanding jalan daerah terkait masalah marka jalan. Dia juga mengharap keberadaan drainase pada jalan nasional khususnya pada jalan-jalan utama di perkotaan.

Sementara mengomentari, harga aspal yang meningkat seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar, Menteri PUPR kembali mengingatkan pentingnya penggunaan aspal buton (asbuton) dalam proyek-proyek yang dikerjakan Ditjen Bina Marga. Basuki Hadimoeljono meyakini dengan teknologi yang berkembang saat ini, kualitas asbuton cukup baik untuk digunakan. Ditjen Bina Marga menargetkan penggunaan asbuton pada tahun ini mencapai 86 ribu ton.

“Sejak saya sebagai Kabalitbang (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR-red) pada tahun 2006, sudah banyak penelitian terkait asbuton, sekarang pasti teknologi untuk meningkatkan kualitasnya sudah lebih baik,” ungkapnya. (kompubm)
Tag :

Post a Comment

 
Top