GuidePedia

0
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan siap mempercepat pembangunan rumah susun dengan penggunaan teknologi pra cetak. Adanya penggunaan teknologi pra cetak tersebut diharapkan mampu mempersingkat waktu pengerjaan Rusun sehingga mampu mendukung program sejuta rumah untuk masyarakat.
“ Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR ke depan akan terus berupaya agar program sejuta rumah bisa dilaksanakan dengan cara yang cepat, berkualitas namun dengan harga yang murah. Dan hal itu bisa dilaksanakan dengan penggunaan teknologi pra cetak,” ujar Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Syarif Burhanuddin kepada sejumlah wartawan saat menghadiri kegiatan Konferensi Pracetak dan Prategang Concrete Show SEA 2015 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Syarif, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kebutuhan rumah di Indonesia terus mengalami peningkatan dan tahun ini diperkirakan sudah mencapai angka 13,5 juta unit. Dan setiap tahun kebutuhan rumah masyarakat mencapai angka 800.000 unit, sedangkan rumah yang bisa dibangun oleh pemerintah, pengembang dan masyarakat berkisar pada angka 400.000 unit saja.
“Adanya jurang perbedaan atau gap yang besar antara jumlah kebutuhan dan ketersediaan rumah tentunya menjadi hal yang tidak bisa dianggap remeh karena hal itu terkait dengan hunian bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mempercepat penyediaan perumahan dengan Program Sejuta Rumah seperti yang sudah dicanangkan oleh Presiden dan lokasinya tersebar di seluruh Indonesia,” katanya.
Adanya jumlah kebutuhan yang cukup besar itu, imbuh Syarif, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah serta potensi pasar bagi para pengembang perumahan di Indonesia. Dirinya juga berharap para pengembang perumahan dan distributor pra cetak selain dapat mengaplikasikan teknologi pra cetak di rumah susun juga bisa dilaksanakan di rumah tapak.
Masalah penyediaan Rusun ini sebenarnya memiliki prospek yang baik untuk industri pracetak sebab dalam RPJMN 2015 – 2015 diamanatkan pembangunan Rusun sebanyak 550.000 unit. Sedangkan per tahun pemerintah hanya bisa membangun 220 tower atau sekitar 20.000 unit saja atau selama lima tahun 100.000 unit.
“Kami berharap para pengusaha pra cetak dan pengembang perumahan juga bisa memberikan dukungan dengan penggunaan pra cetak dalam pembangunan hunian baik rusun maupun rumah tapak sehingga target pembangunan  sejuta rumah bisa segera tercapai ,” tandasnya. (RISTYAN/ Komunikasi Publik Ditjen Penyediaan Perumahan)

Post a Comment

 
Top