GuidePedia

0
Jakarta-Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian PUPR William Marcus Putuhena bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR T. Iskandar melihat kondisi pembangunan terowongan sudetan Kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur. Kunjungan tersebut dimulai dariarriving shaft (lokasi awal pengeboran) di Jl. Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur kemudian menuju outlet (saluran keluar) sudetan di Kali Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur. Pada saat berada di outlet sudetan di Kali Cipinang, Jatinegara, Jakarta Timur, rombongan masuk melihat kondisi terowongan serta menyusuri terowongan jalur sisi timur untuk melihat kondisi bagian dalam sodetan yang hampir tembus ke arriving shaft di Jl. Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur.
Pekerjaan pengeboran sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur akan terus dilaksanakan 24 jam dengan dua shift dalam satu hari. Pembangunan terowongan sudetan Kali Ciliwung Ke Kanal Banjir Timur (KBT) sepanjang 1.270 meter dengan 2 jalur terowongan yang masing-masing pipa berdiameter 3,5 meter, berfungsi untuk mengalirkan sebagian debit banjir Kali Ciliwung sebesar 60 meter kubik perdetik. Lokasi pekerjaan inlet  sudetan dari Kali Ciliwung Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur sampai dengan outlet sudetan di Kali Cipinang, atau Kanal Banjir Timur Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Bagus sekali, mereka bekerja dengan sangat baik dan terbukti tidak ada satu tanah pun yang tercecer dan ini menjadikan standar pengerjaan di Indonesia, semua kontraktor bisa mengerjakan degan sangat baik asal mau," kata Arie Murwanto.
Senada dengan hal tersebut, William Marcus Putuhena juga memberikan apresiasi terhadap progres pembangunan Sudetan Kali Ciliwung. "Sangat menarik, jadi bagaimana teknologi itu bekerja sangat efisien, kemudian mungkin jika dilihat dari lingkungan, kita lihat sekeliling tidak ada satupun kerjaan kotor dan sebagainya”terangnya.
Sementara itu Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane T. Iskandar menjelaskan untuk dijalur selatan sudah diselesaikan sepanjang 564 meter dan sisi sebelah timur sudah diselesaikan lebih kurang 540 meter. “kira-kira sekitar 24 meter lagi akan mencapai posisi di arriving shaft di Jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur. Kendala yang dihadapi pada hari ini adalah banyaknya butiran batu yang ada di dalam tanah, hal tersebut akan menghambat proses pengeluaran lumpur tanah hasil pengeboran sehingga perlu dilakukan secara manual karena pompa hanya dapat mengalirkan lumpur bukan batu-batuan. Diperkirakan tanggal Sepuluh Oktober akan selesai hingga arriving shaft di Jalan Otista III, Jatinegara, Jakarta Timur, “ katanya. Untuk pengerjaan inlet sudetan saat ini terkendala oleh pembebasan lahan. (Humas BBWSCC)

Post a Comment

 
Top