GuidePedia

0
Dalam rangka merangsang pertumbuhan pembangunan di wilayah timur Indonesia yaitu sesuai dengan program Pemerintah Indonesia dengan membangun infrastruktur dari Timur ke Barat. Skyconnection bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Sulawesi Selatan mengadakan Makassar Infrastructure Summit (MIS) 2015. Dengan mengangkat tema besar “Regional Improvement Role and Development for the Sovereignty of the Energy Sector and Agri-Maritime”, acara ini membahas mengenai pengembangan infrastruktur wilayah, pengembangan pangan, inovasi dan pendanaan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dalam sambutannya mengatakan bahwa, tantangan dan masalah yang harus dihadapi antara lain pembebasan lahan, masih terdapatnya kesenjangan antar wilayah, baik antara kawasan perkotaan dan kawasan perdesaan, antara Kawasan Barat dan Kawasan Timur Indonesia, serta pengelolaan dan pemanfataan sumber daya alam di daerah hulu yang belum berjalan dengan optimal.
“Untuk itu, perlu segera dipercepat pembangunan infrastruktur yang terpadu dengan kawasan pengembangan yang diprioritaskan melalui pendekatan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) yang menyediakan berbagai elemen pendukung, khususnya untuk mencapai kedaulatan energi dan agro-maritim,” lanjut Basuki saat membuka acara MIS 2015 yang dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua Umum PII, dan perwakilan dari Universitas Hasanuddin.
Menteri Basuki juga menyatakan bahwa peran insinyur Indonesia di dalamnya setidaknya harus meliputi empat elemen yaitu para insinyur harus mengambil peran aktif dan bertanggung jawab penuh atas kualitas hasil karya fisik infrastruktur yang dihasilkan, para insinyur harus mampu memanfaatkan ketersediaan teknologi dan sistem manajemen, para insinyur harus melihat 35 WPS, khususnya di Timur Indonesia dan para insinyur harus mampu mengembangkan kerja sama yang kuat dan bersinergi dengan para insinyur ASEAN.
Kepala BPIW, Hermanto Dardak dalam paparannya sebagai salah satu keynote speaker MIS 2015 ini menjelaskan bahwa nantinya Trans Sulawesi yang telah diprogramkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian PUPR dan RPJM 2015-2019 akan menjadi bagian dari ASEAN Highway dalam menghadapi perkembangan ekonomi regional di Kawasan Asia Timur dan Asia Selatan yang pesat.
“Dalam menghadapi tantangan global dan pembangunan infrastruktur di Indonesia, dibutuhkan dukungan dari insinyur Indonesia dengan daya saing yang mumpuni dan harapannya forum ini akan dapat menjadi wadah untuk pertukaran pengalaman dan pengetahuan, serta menjadi media untuk peningkatan kapasitas insinyur Indonesia dalam mengembangkan infrastruktur yang handal dalam pencapaian kedaulatan sektor energi dan agro-maritim,” tutup Dardak dalam paparannya. (humasbpiw/INI)

Post a Comment

 
Top